Selasa, 30 Desember 2014

Hai Auditing"Oopsss..



PEMAKSAAN..
Pernahkah kalian dipaksa ? lalu bagaimana kalian setelah dipaksa melakukan hal yang bahkan mungkin tidak kalian suka ?
marah ? nggedrumel di hati ? pasti kan , dan itu wajar biasanya kalau sswtu hal yang kita kerjakan dengan paksaan hasilnya pun tidak akan maksimal.
Nah,sekarang ubah presepsi kalian kalau dengan paksaan bisa merubah kita menjadi pribadi yang lebih baik .
Mungkinkah?“ah didunia ini tidak ada hal yang tidak mungkin,jikalah DIA sudah berkehendak apa mau dikata .. KUN FAYA KUN “
Aku ada cerita tentang paksaan , yang bisa merubahku menjadi pribadi yang menurutku lebih baik.
  “Cerita akhir semester ini ceritanya.
Aku duduk dibangku semester 5 yang ternyata aku harus menjumpai beberapa mata kuliah yang benar-benar membuatku stes berat memikirkannya,belum dengan penjelasan dosen yang terkadang tak kupahami,ditambah lagi dengan tugas yang bisa membuat mata ku kaya panda,karena harus dikerjakan lembur setelah aku pulang kerja dan itu sampai larut malam. Jadi kantup mata mulai terlihat jelas.
Hai matkul auditing,matkul yang pertama kali aku jumpai saat aku duduk di bangku semester 5 ini,dengan dosen yang banyak tuntutan,bayangin saja kita masuk jam 6 pagi dan itu tidak boleh terlambat toleransi waktu cuman 5 menit kalau sampai terlambat kena hukuman deh bayangin aja disuruh resum materi 3x itupun kalau terlambat 5 menit,kalau smpai lebih dari itu ya dikalikan dengan berapa lama kita terlambat resumannya bisa sampai 10x dan harus ditulia tangan ,jadi kita sebagai mahasiswa dituntut untuk datang on time,dan aku bukan tipe mahasiswa yang biasanya datang tepat waktu malah biasanya bisa terlambat setengah jam karena memang aku sengaja dan aku lakukan pada semua matkul kecuali auditing. Dan itu sudah menjadi hal biasa yang aku dan teman-teman lainnya lakukan.”
Awal masuk perkuliahan semester 5 aku dan teman-teman tentunya tertekan banget dengan peraturan dosen auditing apalagi anak laki-laki,yang menurut mreka ini peraturannya super WOW. Kita juga dituntut menguasai materi yang akan disampaikan saat matkul berlangsung , karena selain kita disuruh meresum materi perkuliahaan,kita juga harus mengerti dengan apa yang disampaikan oleh teman kita yang saat itu lagi presentasi didepan kelas,nah kita juga dituntut untuk mempresentasikan hasil resum kita yang sudah harus siap dari rumah. Bayangin saja betapa hati ini berdegup kencang saat dosen memanggil salah satu dari kita untuk mempresentasikan materintya,karena kebanyakan anak-anak terkadang juga belum paham dengan apa yang ditulis..
Tapi hal-hal seperti ini ternyata mendidik kita secara tidak langsung,selang beberapa kali kita mengikuti matkul auditing ternyata ada hal positif yang bisa aku ambil , misalnya saja dengan toleransi waktu terlambat yang cukup singkat yaitu 5 menit kita dituntut untu bangun lebih pagi yang biasanya jam 5 baru bangun jadinya harus lebih awal bangunnya,apalagi yang rumahnya jauh dari kampus mereka juga harus mempertimbangkan banyak hal mulai dari bangun pagi sampai berapa lama mereka berada diperjalanan,sampai dikampus dan saat berjalan menuju kelas yang letakknya lumayan jauh dari parkiran karena kelas kita berada dilantai 3.
 Jadi kita dituntut untuk mempertimbangkan semua yang akan kita lakukan dengan perhitungan yang tepat , karena kalau sampai salah tau sendiri kan akibatnya. Pastinya orangtuapun juga mungkin merasa heran karena biasanya anaknya yang bangun siang bisa bangun lebih pagi,dan yang biasanya gak pernah belajar dirumah karena kita harus ada resuman buat perkuliahan besok jadi kita malamya dituntut untuk mempersiapkannya semua.. orangtuapun pasti tersenyum melihat perubahan positif kita,meskipun cuman 1x seminggu..hehehee..Paling tidak ada perubahan baik meski jarang..perlahan asal pasti itu akan membuat kita terbiasa..
Dan ternyata setelah perkuliahan semester 5 kita lalui saya bisa mengambil hikmah dari matkul auditing,SESUATU YANG SIFATNYA MEMAKSA BELUM TENTU BERDAMPAK BURUK BAGI KITA,JUSTRU SEBALIKNYA BISA MEMBUAT KITA MENJADI LEBIH BAIK. Tetapi itu semua tetap kembali lagi kepada kepribadian kita, jadi ingin merubah menjadi yang lebih baik setelah ini atau kembali lagi dengan kebiasan yang sebelumnya.

 

Minggu, 28 Desember 2014

Memilih mana ?

Tidak ada yang salah..semua sudah diaturNya tinggal bagaimana sikap kita dalam mengartikan dan melakukan.. Yang baik akan dapat baik,dan sebaliknya yang berpura-pura baikpun akan seperti itu.. Karena itulah ketulusan hati ikhlas dalam menjalani semua sangat di haruskan bagi kita,kelak agar menjadikan kita sseorang yang lebih mengerti makna dari hidup.. Baik adalah tuntutan..jahat adalah keputusan..Karena semua orang berhak memutuskan dan menentukan,tapi selalu ingatlah hasil akhirnya DIA penentu segalanya.
Berkatalah iya ketika memang benar,dan berkatalah bukan jika memang tidak. Karena dengan membolak balikkan fakta itu berarti kamu rugi,kamu kejam melatih hatimu untuk menjadi munafik..Terkadang jujur memang susah dan saat kita mengetahui sebenarnya kekecewaan sering muncul,tapi itu justru lebih baik karena semakin kita cepat mengetahui kebenaran semakin cepat pula kita move on.
 Kamu lebih memilih mana DIBAHAGIAKAN TAPI DENGAN KEBOHONGAN..atau DIBAHAGIAKAN DENGAN KEJUJURAN MESKI TERKADANG KAMU MERASAKAN KECEWA?